MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Isabela State University (ISU) Filipina sukses menggelar forum akademis internasional bertajuk Research and Community Engagement Webinar Series. Webinar global kali ini mengusung tema besar “Borders to Bridges: Connecting Classrooms and Research in Indonesia and The Philippines” yang disiarkan langsung melalui platform Zoom pada Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan strategis ini dirancang untuk menjembatani ruang kelas dan luaran riset antarkedua negara, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik di kawasan Asia Tenggara.
Acara dibuka dengan sambutan hangat (Welcome Remarks) dari pimpinan tertinggi kedua institusi. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, M.T., IPU., menyambut baik inisiatif kolaboratif ini sebagai langkah konkret memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Sambutan senada juga disampaikan oleh President Isabela State University, Prof. Boyet L. Batang, Ph.D., yang menekankan pentingnya sinergi lintas batas negara demi inovasi pengajaran dan pengabdian masyarakat.
Webinar yang dipandu oleh Michelle Angelli Dela Cruz selaku moderator ini menghadirkan lima pembicara ahli yang memaparkan perspektif mendalam dari masing-masing universitas.
Isabela State University diwakili oleh akademisi muda Jefferson A. Pedida. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Makassar mendelegasikan empat dosen dan peneliti terbaiknya untuk berbagi gagasan, yaitu:
-
Dr. Ummi Khaerati Syam, S.Pd., M.Pd.
-
Ariana, S.Pd., M.Pd.
-
Dr. Nurdevi Bte Abdul, S.Pd., M.Pd.
-
Herlina Daddi, S.Pd., M.Pd.
Diskusi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 waktu setempat ini menarik minat besar dari kalangan mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan. Terbuka secara gratis, Melalui webinar ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar bersama Isabela State University Language Center berharap dapat mentransformasikan sekat-sekat geografis (borders) menjadi jembatan kemitraan (bridges) yang kokoh dalam melahirkan riset-riset berdampak bagi masyarakat luas.







