Makassar, 4 Maret 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan EFL Best Practice Series sebagai bagian dari diseminasi praktik terbaik hasil partisipasi dosen dalam program internasional The Online Professional English Network (OPEN).
Program OPEN merupakan program pengembangan profesional berskala internasional yang disponsori oleh U.S. Department of State, didanai penuh oleh Pemerintah Amerika Serikat, serta dikelola oleh FHI 360. Program ini telah berlangsung pada 23 September 2025 hingga 17 November 2025 dan diikuti oleh dosen-dosen terpilih dari berbagai negara.
Seri kedua EFL Best Practice Series dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026, pukul 10.00–11.00 WITA dengan mengangkat tema “Fostering Student Motivation and Engagement”, yang berfokus pada strategi peningkatan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Ariana, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“EFL Best Practice Series merupakan wadah strategis bagi dosen untuk mendiseminasikan praktik terbaik hasil pembelajaran internasional kepada sivitas akademika dan jejaring pendidikan yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi pembelajaran tidak berhenti pada level pelatihan, tetapi terimplementasi nyata di ruang-ruang kelas.”
Beliau juga secara resmi membuka kegiatan dan berharap forum ini dapat memperkuat budaya akademik yang kolaboratif, reflektif, serta adaptif terhadap perkembangan pedagogi global.
Pada sesi inti, dua narasumber utama berbagi praktik terbaik hasil pembelajaran dalam program OPEN, yaitu:
Dr. Syamsiarna Nappu, M.Pd., yang mengulas strategi Differentiated Instruction dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Dalam pemaparannya beliau menegaskan:
“Differentiated Instruction bukan sekadar variasi metode mengajar, tetapi sebuah pendekatan strategis yang mempertimbangkan kesiapan, minat, dan profil belajar mahasiswa. Dosen perlu merancang pengalaman belajar yang fleksibel agar setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan menunjukkan potensinya..”
Sementara itu, Dr. Nunung Anugrawati, S.Pd., M.Pd., membahas implementasi Formative Assessment sebagai strategi efektif untuk memonitor perkembangan belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan partisipasi aktif di kelas. Beliau menyampaikan:
“Formative Assessment memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Asesmen formatif yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu mahasiswa memahami progres belajarnya, serta mendorong terciptanya budaya refleksi dalam proses pembelajaran.”
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif di bawah panduan moderator Dr. Hj. Ilmiah, S.Pd., M.Pd., yang memfasilitasi dialog reflektif antara narasumber dan peserta.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, guru, serta praktisi pendidikan dari berbagai institusi, antara lain STAIN Majene, UIN Antasari Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Palu, IAIN Sultan Amai Gorontalo, IAIN Bone, Universitas Bina Sarana Informatika, Sintuwu Maroso University, Dayanu Ikhsanuddin University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, UHN IGB SUGRIWA, Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Internasional Batam, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Mulia.
Serta sekolah dan lembaga pendidikan: SMPN 2 Sungguminasa, SMAN Siwalima Ambon, SMAN 14 Gowa, SDIT Makassar Islamic School Baruga, SD Inpres Sanging Sanging, SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Flinders English Education Makassar, serta Gas Distribution Company.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris melalui penguatan kapasitas dosen, kolaborasi lintas institusi, serta diseminasi praktik terbaik berbasis pengalaman internasional.
Kegiatan EFL Best Practice Series diharapkan terus menjadi ruang berbagi inspirasi dan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan Bahasa Inggris di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Kegiatan ini merupakan kegiatan berkelanjutan, yang mana seri pertama telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2026 sedangkan seri ketiga pada tanggal 11 Maret 2026 Mendatang.





