LOGO-PRODI-BG-yes

Dari Keterbatasan ke Inspirasi: Amal Afandy, Mahasiswa Penyandang Disabilitas, Raih Gelar Sarjana dan Bukti Prodi PBI FKIP Unismuh Makassar Ramah Inklusi

WhatsApp Image 2026-03-02 at 12.27.16

Makassar – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar, kembali membuktikan komitmennya terhadap pendidikan inklusif. Hal ini terlihat dari prestasi Amal Afandy, mahasiswa penyandang disabilitas tuna daksa, yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dengan pencapaian yang inspiratif.

Dalam skripsinya berjudul “Exploring Classroom Dynamics: Perceptions of the Students of English Teachers with Disabilities on Motivation and Learning Environment”, Amal meneliti persepsi siswa terhadap guru dengan disabilitas dan dampaknya pada motivasi serta lingkungan belajar. Penelitian ini dilakukan di SMPN Ujung Jampea No. 9, Kepulauan Selayar.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Ariana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan:

“Prestasi Amal Afandy menunjukkan bahwa Prodi PBI kami mendukung pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional mereka. Amal adalah inspirasi nyata bagi seluruh civitas akademika.”

Latar Belakang Penelitian

Isu inklusi pendidikan global mendorong partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam seluruh aspek pendidikan, termasuk sebagai guru. Namun, penelitian mengenai guru dengan disabilitas masih sangat terbatas, khususnya dari perspektif siswa. Persepsi siswa terhadap guru dengan disabilitas diyakini dapat memengaruhi motivasi belajar dan dinamika kelas, terutama dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris yang komunikatif.

Amal menyatakan, “Banyak penelitian hanya menyoroti siswa dengan disabilitas, sementara guru dengan disabilitas jarang menjadi fokus. Padahal, guru berperan penting dalam membentuk lingkungan belajar yang inklusif, suportif, dan inspiratif.”

Temuan Penelitian

Hasil penelitian Amal menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap guru dengan disabilitas sangat positif. Siswa menilai guru sebagai profesional, kompeten, dan inspiratif. Walaupun awalnya terdapat keraguan dari siswa, interaksi yang konsisten mengubah persepsi menjadi lebih positif.

Pengaruh persepsi ini juga tercermin pada motivasi dan lingkungan kelas. Motivasi belajar siswa meningkat, guru berperan sebagai role model yang menginspirasi resiliensi, dan suasana kelas menjadi inklusif, suportif, serta kolaboratif. Penelitian ini menemukan bahwa keberadaan guru dengan disabilitas tidak menimbulkan efek negatif signifikan, melainkan meningkatkan keterlibatan dan rasa hormat siswa.

Dosen pembimbing Amal, Dr. Ummi Khaerati Syam, S.Pd., M.Pd., menambahkan:

“Amal membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan hambatan untuk mengajar dan menginspirasi siswa. Penelitiannya menunjukkan bahwa guru dengan disabilitas dapat menjadi figur yang memotivasi dan membangun lingkungan belajar yang positif.”

Dosen pembimbing kedua, Ismail Sangkala, S.Pd., M.Pd., juga menekankan:

“Kisah Amal menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan inklusif di Prodi PBI FKIP Unismuh Makassar berjalan efektif dan menumbuhkan rasa percaya diri bagi mahasiswa dan siswa. Amal telah menunjukkan bahwa mahasiswa dengan disabilitas dapat berkontribusi secara profesional dan memberi dampak positif bagi siswa di kelas.”

Kesimpulan dan Dampak

Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah:

“Guru dengan disabilitas tidak mengurangi kompetensi yang dirasakan siswa; justru meningkatkan rasa hormat, keterlibatan, dan inspirasi belajar mereka.”

Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi guru dengan disabilitas dalam pendidikan formal, sekaligus memperkuat gerakan inklusi pendidikan di Indonesia. Amal Afandy menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi prestasi akademik maupun kemampuan untuk menginspirasi siswa.